
SangGuruBangsa
Gemini berkata Di hamparan bumi pertiwi yang rindu cahaya, Engkau hadir bagai fajar di ufuk sunyi, Bukan sekadar pengajar aksara dan angka, Tapi pemahat jiwa yang merdeka dan mandiri. Sang Guru Bangsa... Jubahmu adalah kesabaran yang tak bertepi, Sorbanmu menyimpan ribuan doa bagi negeri, Di lisanmu, ayat-ayat suci menjadi api, Membakar kebodohan, menghalau gelap yang menyelimuti. Engkau tak hanya mewariskan tumpukan kitab, Dari Fathul Qorib hingga Tafsir Jalalain yang menetap, Tapi engkau ajarkan Ta’limul Muta’allim sebagai adab, Agar ilmu tak membuat hati menjadi sombong dan biadab. Di sela-sela dzikir dan lantunan murojaah, Engkau semai benih cinta dalam setiap ukhuwah, Mengajar kami bahwa membela bangsa adalah ibadah, Dan menjaga persatuan adalah amanah yang tak boleh pataah. Langkahmu tegap meski zaman terus berganti, Suaramu teduh di tengah badai yang menyapa hati, Engkau adalah kompas bagi kami yang kehilangan arah, Menuntun pulang ke jalan yang penuh berkah. Terima kasih, Sang Penjaga Gerbang Ilmu, Doa kami mengalir deras di setiap sujud dan syahdu, Semoga cahayamu tetap abadi dalam sanubari,
