Jadwal & Materi

KajianRutin&Ilmiah

Bergabunglahdenganrangkaiankajiankeislamanuntukmemperdalampemahamanagamadanmembentukakhlakmulia.

Bandongan

Tafsir Al-jalallain

Dr. KH. Nur Ihsan, Lc., MA
Malam Senin & Kamis, 19.00 WIB
Auditorium Asrama Putra Khozinatul Ulum An-Nawa

"Kitab Tafsir al-Jalalain adalah salah satu kitab tafsir Al-Qur'an yang paling legendaris dan paling banyak dipelajari di dunia Islam, khususnya di lingkungan pesantren di Indonesia. Kitab ini dikenal karena gaya bahasanya yang sangat ringkas, padat, dan langsung pada inti penjelasan ayat. Berikut adalah deskripsi mendalam mengenai kitab tersebut: 1. Sejarah Unik Penulisan (Dua "Jalal") Nama Al-Jalalain secara harfiah berarti "Dua Jalal", merujuk pada dua ulama besar bermazhab Syafi'i yang menyusunnya secara bersambung: Jalaluddin al-Mahalli (wafat 864 H): Beliau menulis tafsir mulai dari Surah Al-Kahfi sampai akhir Al-Qur'an (An-Nas), ditambah Surah Al-Fatihah. Namun, beliau wafat sebelum merampungkan sisanya. Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H): Beliau adalah murid dari murid Al-Mahalli. Ia melanjutkan proyek ini mulai dari Surah Al-Baqarah sampai akhir Surah Al-Isra' hanya dalam waktu 40 hari. Hebatnya, corak bahasa dan metodologi penulisan as-Suyuthi sangat identik dengan Al-Mahalli, sehingga kitab ini terasa seolah ditulis oleh satu orang saja. 2. Metodologi dan Karakteristik Tafsir Ijmali (Global): Penjelasannya sangat singkat. Seringkali, penjelasan tafsirnya hanya terdiri dari satu atau dua kata untuk menjelaskan makna kata yang sulit dalam ayat. Fokus pada Makna Kata: Kitab ini mengutamakan penjelasan sisi kebahasaan (linguistik), asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), dan penentuan hukum fikih secara singkat. Penyebutan Qira'at: Jika ada perbedaan bacaan Al-Qur'an yang masyhur, tafsir ini biasanya menyebitkannya secara ringkas. Jumlah Kata yang Unik: Konon, jumlah kata dalam tafsir ini hampir sama dengan jumlah kata dalam Al-Qur'an itu sendiri. 3. Keunggulan Kitab Sangat Efisien: Cocok bagi pemula yang ingin memahami makna Al-Qur'an secara cepat tanpa terjebak dalam perdebatan teologis atau filosofis yang panjang. Pintu Gerbang Tafsir: Di pesantren, kitab ini biasanya menjadi kitab tafsir tingkat menengah yang dipelajari setelah santri menguasai bahasa Arab dasar dan ilmu alat (Nahwu-Shorof). Rujukan Utama: Karena kredibilitas kedua penulisnya, kitab ini menjadi rujukan dasar bagi ulama-ulama setelahnya dalam menyusun tafsir yang lebih kontemporer. 4. Kedudukan di Kurikulum Pesantren Jika Ta'limul Muta'allim membentuk adab dan Fathul Qorib membentuk hukum, maka Tafsir al-Jalalain adalah jendela pertama santri untuk memahami isi kandungan Al-Qur'an secara utuh (30 juz). Kitab ini sering dibaca dalam pengajian "pasaran" atau kilatan di bulan Ramadan karena efisiensinya."

Jadwal Rutin
Sorogan

Ta'limul Muta'alim

Ustadz Masing-Masing Kelompok
Setiap Malam, 20.00 WIB
Auditorium Putra & Putri Khozinatul Ulum An-Nawa

"Kitab Ta’limul Muta’allim Thariqatu Ta’allum (sering disebut Ta’lim Muta’allim) adalah kitab monumental karya Syekh Burhanuddin az-Zarnuji. Kitab ini merupakan panduan etika (adab) dan metode belajar bagi para penuntut ilmu agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat. Berikut adalah uraian mendalam mengenai kitab tersebut: 1. Inti Ajaran: Adab di Atas Ilmu Filosofi utama kitab ini adalah bahwa keberhasilan seorang murid tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi lebih kepada adab dan tata krama. Penulis menekankan bahwa banyak murid yang giat belajar namun tidak mendapatkan manfaat ilmu karena mereka meninggalkan etika terhadap guru, kitab, dan sesama penuntut ilmu. 2. Struktur dan Kandungan (13 Bab) Kitab ini disusun secara sistematis dalam 13 pasal (fashl), di antaranya: Hakikat Ilmu dan Keutamaannya: Menjelaskan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap Muslim. Niat dalam Belajar: Menekankan pentingnya niat ikhlas karena Allah, bukan demi kedudukan atau harta. Memilih Guru dan Teman: Kriteria dalam memilih guru yang alim dan wara', serta teman yang saleh. Menghormati Ilmu dan Ulama: Salah satu bagian terpenting yang membahas cara memuliakan guru dan kitab. Ketabahan dan Kesungguhan: Pentingnya kerja keras, konsistensi, dan doa dalam belajar. Waktu Belajar: Menjelaskan waktu-waktu afdal untuk menghafal dan mengulang pelajaran. Wara’ (Menjaga Diri): Pentingnya menjaga diri dari hal-hal yang syubhat atau tidak jelas hukumnya agar hati terang dalam menyerap ilmu. 3. Karakteristik Metodologi Az-Zarnuji Pendekatan Psikologis: Kitab ini memberikan nasihat tentang cara menjaga kesehatan mental dan fisik agar tetap fokus belajar. Penyebab Lupa dan Hafal: Menjelaskan secara praktis kebiasaan apa yang membuat seseorang cepat lupa (seperti maksiat atau pola makan) dan apa yang memperkuat ingatan. Keseimbangan Dunia-Akhirat: Mengajarkan bahwa ilmu yang dipelajari harus berujung pada pengabdian kepada agama dan masyarakat. 4. Relevansi di Pesantren Di Indonesia, Ta’lim Muta’allim adalah "buku saku" wajib bagi santri baru. Kitab ini menjadi pondasi karakter sebelum santri mendalami kitab-kitab fikih (seperti Fathul Qorib) atau alat (seperti Jurumiyah). Tujuannya agar santri memiliki mentalitas yang kuat dan rasa hormat yang tinggi kepada tradisi keilmuan."

Jadwal Rutin
Tahfidzul Quran

Murojaah Harian

Hj. Nur Hilwa Layyina, M. Pd
Setiap Hari, 06.00 WIB
Auditorium Asrama Putri Khozinatul Ulum An-Nawa

"Program Murojaah Tahfidzul Qur'an Putri di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum An-Nawa merupakan salah satu pilar pendidikan utama yang dirancang khusus untuk menjaga kelestarian hafalan Al-Qur'an para santriwati. Program ini menekankan pada kualitas bacaan dan kekuatan ingatan agar hafalan tidak sekadar hafal, tetapi melekat kuat (mutqin). Berikut adalah deskripsi umum mengenai kegiatan tersebut: 1. Visi dan Tujuan Menjaga Amanah: Memastikan setiap ayat yang telah dihafal tetap terjaga dan tidak terlupakan. Kualitas Bacaan (Tahsin): Menekankan pada ketepatan makharijul huruf dan hukum tajwid saat murojaah. Ibadah dan Karakter: Membentuk karakter santriwati yang berakhlak mulia (Ahlu Qur'an) melalui kedekatan yang konsisten dengan kalamullah. 2. Sistem dan Metode Murojaah Kegiatan ini biasanya dilakukan secara terstruktur dengan beberapa metode: Murojaah Mandiri: Santriwati mengulang hafalan sendiri sebelum disetorkan. Semaan Berpasangan (Sabaq-Sabqi): Antar santriwati saling menyimak hafalan satu sama lain untuk mengoreksi kesalahan kecil. Setoran Murojaah: Menyetorkan kembali hafalan lama kepada ustadzah pembimbing untuk memastikan kelancaran secara berkala. Daurah/Ujian Periodik: Pengetesan hafalan dalam jumlah juz tertentu (misalnya ujian per 5 juz atau 10 juz) untuk mendapatkan legalitas kelancaran. 3. Karakteristik Lingkungan Putri An-Nawa Kedisiplinan: Jadwal yang tertata ketat, biasanya dilakukan pada waktu-waktu utama seperti setelah Subuh, sebelum Ashar, atau setelah Maghrib. Suasana Kondusif: Lingkungan pesantren yang semi-terisolasi dari gangguan eksternal membantu santriwati lebih fokus pada interaksi dengan Al-Qur'an. Pendampingan Ustadzah: Dibawah bimbingan para hafidzah yang sudah berpengalaman dalam menjaga hafalan. 4. Output Lulusan Diharapkan santriwati yang mengikuti program murojaah ini tidak hanya mampu mengkhatamkan 30 juz, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk mengajarkan kembali (talaqqi) atau menjadi imam/pemimpin tadarus di masyarakat kelak."

Jadwal Rutin
Bahtsul Masail

Fathul Qorib

Ustadz. Khoirul Amri
Senin 19.30 WIB
Auditorium

"Kitab Fathul Qorib al-Mujib (sering disebut Fathul Qorib) adalah salah satu kitab hukum Islam (fikih) yang paling populer di dunia pesantren, khususnya di Indonesia. Kitab ini menjadi rujukan dasar bagi para penuntut ilmu untuk memahami syariat menurut Mazhab Syafi'i. Berikut adalah poin-poin penting mengenai kitab tersebut: 1. Identitas Kitab Penulis: Syekh Muhammad bin Qasim al-Ghazi (wafat 918 H). Nama Lengkap: Fathul Qorib al-Mujib fi Syarhi Alfazh al-Taqrib. Status: Kitab ini merupakan Syarah (penjelasan) dari kitab Matan al-Ghayah wa al-Taqrib (atau dikenal sebagai Matan Abu Syuja) karya Syekh Abu Syuja. 2. Isi dan Kandungan Secara garis besar, kitab ini membahas tata cara ibadah dan muamalah sehari-hari yang disusun secara sistematis. Pembahasannya meliputi: Kitab Thaharah: Bersuci (wudhu, mandi, tayamum, najis). Kitab Shalat: Syarat, rukun, dan hal-hal yang membatalkan shalat. Kitab Zakat: Jenis harta yang wajib dizakati dan takarannya. Kitab Puasa: Syarat sah dan rukun puasa. Kitab Haji: Manasik dan rukun haji/umrah. Kitab Jual Beli (Muamalah): Aturan transaksi dan ekonomi Islam. Kitab Munakahat: Hukum pernikahan dan keluarga. Kitab Jinayat & Waris: Hukum pidana Islam dan pembagian harta warisan. 3. Karakteristik Penulisan Ringkas namun Padat: Bahasanya lugas sehingga mudah dihafal oleh pemula. Sistematis: Disusun mulai dari hal yang paling sering dilakukan (ibadah) hingga masalah sosial (muamalah dan hukum). Metode Syarah: Menggunakan metode Mamzuj (terpadu), di mana teks asli (matan) dan penjelasannya menyatu dalam satu aliran kalimat. 4. Kedudukan di Indonesia Di Indonesia, Fathul Qorib adalah "kurikulum wajib" di hampir seluruh pondok pesantren salaf maupun modern. Kitab ini biasanya diajarkan setelah santri menyelesaikan kitab fikih dasar seperti Safinatun Najah atau Sullamut Taufiq, dan sebelum melangkah ke kitab yang lebih tebal seperti Fathul Mu'in."

Jadwal Rutin