Ta'limulMuta'alim
Pengajar
Ustadz Masing-Masing Kelompok
Waktu
Setiap Malam, 20.00 WIB
Lokasi
Auditorium Putra & Putri Khozinatul Ulum An-Nawa
Deskripsi Kajian
Kitab Ta’limul Muta’allim Thariqatu Ta’allum (sering disebut Ta’lim Muta’allim) adalah kitab monumental karya Syekh Burhanuddin az-Zarnuji. Kitab ini merupakan panduan etika (adab) dan metode belajar bagi para penuntut ilmu agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah dan bermanfaat. Berikut adalah uraian mendalam mengenai kitab tersebut: 1. Inti Ajaran: Adab di Atas Ilmu Filosofi utama kitab ini adalah bahwa keberhasilan seorang murid tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi lebih kepada adab dan tata krama. Penulis menekankan bahwa banyak murid yang giat belajar namun tidak mendapatkan manfaat ilmu karena mereka meninggalkan etika terhadap guru, kitab, dan sesama penuntut ilmu. 2. Struktur dan Kandungan (13 Bab) Kitab ini disusun secara sistematis dalam 13 pasal (fashl), di antaranya: Hakikat Ilmu dan Keutamaannya: Menjelaskan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap Muslim. Niat dalam Belajar: Menekankan pentingnya niat ikhlas karena Allah, bukan demi kedudukan atau harta. Memilih Guru dan Teman: Kriteria dalam memilih guru yang alim dan wara', serta teman yang saleh. Menghormati Ilmu dan Ulama: Salah satu bagian terpenting yang membahas cara memuliakan guru dan kitab. Ketabahan dan Kesungguhan: Pentingnya kerja keras, konsistensi, dan doa dalam belajar. Waktu Belajar: Menjelaskan waktu-waktu afdal untuk menghafal dan mengulang pelajaran. Wara’ (Menjaga Diri): Pentingnya menjaga diri dari hal-hal yang syubhat atau tidak jelas hukumnya agar hati terang dalam menyerap ilmu. 3. Karakteristik Metodologi Az-Zarnuji Pendekatan Psikologis: Kitab ini memberikan nasihat tentang cara menjaga kesehatan mental dan fisik agar tetap fokus belajar. Penyebab Lupa dan Hafal: Menjelaskan secara praktis kebiasaan apa yang membuat seseorang cepat lupa (seperti maksiat atau pola makan) dan apa yang memperkuat ingatan. Keseimbangan Dunia-Akhirat: Mengajarkan bahwa ilmu yang dipelajari harus berujung pada pengabdian kepada agama dan masyarakat. 4. Relevansi di Pesantren Di Indonesia, Ta’lim Muta’allim adalah "buku saku" wajib bagi santri baru. Kitab ini menjadi pondasi karakter sebelum santri mendalami kitab-kitab fikih (seperti Fathul Qorib) atau alat (seperti Jurumiyah). Tujuannya agar santri memiliki mentalitas yang kuat dan rasa hormat yang tinggi kepada tradisi keilmuan.
